Sabtu, 01 Februari 2014

Gerimis Mengundang Rindu

Malam yang dingin. Aku duduk bersila diantara rerumputan basah, bertemankan beberapa serangga yang lemah. Kutatapi langit yang mendung itu, mencari cari kenangan yang hilang dari otakku. Sesekali gerimis turun, menitikkan kerinduan pada jiwaku.

Semakin larut malam, semakin mata ini terasa berat. Rasa kantuk tak tertahan tiba tiba melandaku. Namun rasa itu terbuyarkan oleh gerimis yang kembali membawa berjuta rindu. Semakin menyiksaku.


Oh, kasih. Entah, mengapa rindu ini begitu menyayat kalbuku. Seperti kobaran api yang semakin membara kala hujan membasahinya. Aku mencoba menjauh dari bayangmu, setidaknya untuk mengurangi penderitaanku. Ya, ternyata aku telah salah melangkah. Rindu itu makin menggila, memeluk erat ragaku. Hingga aku pun tak mengerti harus kuapakan rasa ini. Lantas, kuserahkan jiwaku sepenuhnya, pada malam yang membunuhku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar