Apakah kamu bidadari?
Ya, tentu saja tidak.
Karena kamu jauh lebih indah.
Meski tak pernah sekalipun aku menemukan bidadari itu.
Namun aku menemukanmu.
Aku mulai menyadari, bidadari hanyalah sebuah dongeng, dan
kamulah satu-satunya yang nyata.
Mungkin, yang tertulis dalam tiap dongeng itu, adalah
dirimu, yang pesonanya dipuja sedari dulu.
Mungkin.
Karena ditiap kehadiranmu.
Selalu mampu menyilaukan mataku.
Aku jadi tahu.
Aku tak perlu lagi mencari kebenaran dongeng bidadari.
Aku tak peduli dengan semua omong kosong itu.
Ya, kamulah satu-satunya yang aku pedulikan.
Jadi, biarkanlah aku menggambar segala keindahanmu dalam
tiap sajakku.
Agar kau tahu, juga semua orang, bahwa kamulah yang mereka
sebut bidadari itu.
Meskipun kutahu, aku tak akan pernah mampu.
Karena keindahanmu adalah semesta yang menyatu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar