Duduk bersila,
di lantai kotor ini,
di antara lalu lalang para siswa.
Dedaunan di taman juga gugur perlahan, seperti biasa.
Tak ada bunga bermekaran, tak ada kupu beterbangan.
Tak ada
yang aneh dari semua itu.
Tapi, mengapa serasa ada yang istimewa?
Kupandangi lagi sekeliling, mencari jawaban.
Hingga aku di satu titik, dari pencarianku.
Tepat di sampingku: kutemukan sepasang mata, sebening embun,
seteduh beringin tua, sehangat caya mentari, sempurna.
Pantas saja, ternyata, kamu-lah yang istimewa, lebih, hingga
mampu membuat hal biasa jadi istimewa, jika bersamamu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar