Mbak Dewi Lestari pernah berkata di dalam salah satu bukunya yang berjudul Supernova.
"Akhirnya aku mengerti betapa rumitnya konstruksi batin manusia. Betapa sukarnya manusia menanggalkan bias, menarik batas antara masa lalu dan masa sekarang. Aku kini percaya manusia dirancang untuk terluka."
Saya mencoba sedikit mengartikan maksud dari pekataannya tersebut. Dengan sudut pandang dan cara berpikir saya sendiri. Hanya berikut inilah yang mampu saya jelaskan.
Percaya nggak percaya, Tuhan menciptakan hati (perasaan) manusia dengan susunan yang begitu rumit. saking rumitnya, terkadang manusia tak mampu mengerti apa yang sedang dirasakannya, lalu mereka menerka-nerka dan memberi sebutan pada perasaan itu. Seperti halnya cinta, apa kita pernah mengerti bagaimana cara cinta bekerja? bagaimana cinta tiba-tiba muncul dengan tak terduga? bagaimana cinta jadi membara? bagaiman benci dapat menjadi cinta? bagaimana cinta dapat memberikan luka pada perasaan kita yang tak terlihat? bagaimana bisa cinta terasa begitu indah, dan kadang terasa begitu menyakitkan?
Bagaimana semua itu bisa terjadi? itulah salah satu kerumitan susunan hati manusia yang tak dapat dimengerti dengan pikiran, hanya bisa dimengerti dengan perasaan itu sendiri, tanpa mampu dijelaskan.
Dengan kerumitan susunan hati tersebut, ada hal lain yan muncul akibat dari itu. kita menyebutnya kenangan, hal paling sulit untuk dilupakan oleh manusia. Seperti namanya, kenangan itu adalah memori dalam ingatan kita tentang hal-hal yang telah kita lalui dimasa lampau. Dan selampau apapun kenangan tersebut, ia selalu mampu membias (menembus) ke dalam masa sekarang. dan mempengaruhi kehidupan sekarang. Entah itu kenangan bahagia ataupun luka.
Selama masa kehidupan kita, kita tak hanya pernah merasa bahagia. Karena diujung kebahagian, kita pasti akan terluka. Meskipun kadang luka datang lebih awal, disusul dengan kebahagiaan, dan yang menunggu paling akhir adalah luka. Contoh: kita sering sekali terluka karena cinta, bergonta-ganti pasangan (pacar), sampai kita menemukan pasangan hidup yang mampu membuat kita selalu merasa bahagia, saat itu kita berpikir dan percay bahwa kita akan bahagia selamanya bersama orang itu. Sebenarnya tidak, pada akhirnya orang tersebut akan mati, dan pada saat itu kita akan merasakan lagi luka yang begitu mendalam bagi orang yg ditinggalkan. Iya kan?
Lalu, mengapa kita harus terus menerus merasa terluka? karena sebenarnya manusia memang dirancang untuk terluka. Hanya dengan terluka, kita dapat mengerti sedikit demi sedikit penjelasan dari tiap ketidakjelasan hidup.
Hanya itu yang mampu saya jelaskan. Benar salahnya saya tidak tahu menahu. Karena hanya Tuhan dan mbak Dewi lestari sendiri lah yang lebih mengerti.
Sekian.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar