Aku jatuh cinta.
Diam-diam, hingga tak ada yang merasa.
Sebagaimana orang yang jatuh cinta diam-diam.
Aku tersakiti, oleh perasaanku sendiri.
Bukannya hilang rasa itu.
Aku makin cinta, jatuh lebih dalam.
Aku pun mulai menikmati puisiku.
Puisi tentang rasaku, tentangmu, tentang kita: tentang
cinta.
Aku seakan tak peduli, dengan duri yang kau tancapkan ke
dasar hatiku: tanpa kesengajaan.
Maka, aku akan berjanji, kepadamu.
Selama aku masih menulis puisi: selamanya, kamu akan
menemukan dirimu di dalamnya.
Dan jika kamu merasa, aku terlalu menghiperbola keindahanmu.
Ketahuilah, sebuah puisi adalah sebuah perasaan yang paling
jujur.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar