Sabtu, 08 Maret 2014

Semilir Kerinduan

Semilir angin yang biasa menerpaku tak lagi kurasakan.
Semuanya serasa hampa.
Cangkir kopi didepanku mulai mengembun.
Kunikmati sunyi ini dengan rokok yang mengepulkan gumpalan asap, perih dimata, mengaburkan fikiranku.
Aku masih terpaku, di antara lalu lalang orang, di atas kursi tak bertuan.
Perlahan, rasa rindu menyeruak di dalam dadaku.
Rindu yang begitu menggebu, membakar habis hatiku, namun tak menjadikannya abu.
Aku menatap gelas kaca kopiku.
tak kutemukan apapun, selain wajahmu.
Oh kasih, aku rindu ingin bertemu.
Adakah rasa rindumu untukku?
Entahlah, aku tak tau.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar