Hanya secangkir kopi yg menemani soreku.
Tak kutemukan bayangmu yg biasa menjelma disampingku.
Aku menengadah, menatap
langit2 teras rumahku.
Menerawang menembus cakrawala.
Mencoba mencari bayangmu
yg mungkin terbang entah kemana.
Namun tetap tak kutemukan.
Lantas kutatap sekelilingku.
Kurasakan ada
yg aneh di sore ini.
Kutatap jarum jam tanganku yg perlahan menunjukkan hari
mulai berganti malam.
Aku mengambil sebatang rokok terakhirku.
Kunyalakan dg korek api yg mulai menua.
Begitu menyedihkan, kala mulai kusadari.
Aku baru saja melewati senja yg tak lagi merah.
Tanpa bayangmu, tanpamu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar