Selamat malam, kekasih.
Ini malam yg indah bukan?
Tanpa bulan dan tanpa bintang.
Hanya sosokmu yg kulihat.
Menari-nari layaknya bidadari.
Mendung itu seakan menyerah.
Ia tak mampu menyelimuti cahaya yg kau
pancarkan, dalam kegelapannya.
Membuatnya perlahan meneteskan air mata,
pada tanah cinta kita berpijak.
Orang-orang menyebutnya hujan.
Tidak denganku, aku sebut itu rahmat.
Saat ia datang, menghujani taman cinta
kita, menumbuhkan bunga-bunga nan elok.
Juga kutemukan bayangmu yg begitu
menyejukkan.
Serta puisi-puisi yg selalu datang
menjelma, di tiap tetesnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar