Sabtu, 18 Januari 2014

Hanya Secangkir Kopi



Desiran daun-daun itu menyadarkanku.
Sesaat tadi aku sempat terbuai oleh sunyinya malam.
Terbawa oleh indahnya lampu temaram.
Merangkak jauh di dalam lamunan.

Taman ini terasa begitu sepi.
Entah, ini hanya godaan malam.
Atau memang aku yg terlalu merasa begitu kehilangan.

Ya, aku kehilangan cintamu, dirimu, juga bayangmu.
Tak ada cinta yg bisa aku tuangkan dalam puisi ini.
Mungkin, aku hanya ingin melewati malam dg menuangkan secangkir kopi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar