Selamat malam, hati yang tak lagi menjadi tempat paling teduh.
Selamat malam, rindu yang tak lagi menggebu-gebu.
Selamat malam, kau yang mulai terlupakan.
Selamat malam, malam yang jadi semakin kelam.
Tunggu dulu, apakah ini memang sudah malam?
Atau hanya mataku yang tak lagi mampu melihat terang semenjak pijarmu telah pergi?
Entahlah, aku tak mampu mengerti, bahkan dalam otakku pun terlalu petang untuk mencari jawaban.
Aku tak mampu membedakan, antara siang dan malam, antara terang dan petang, pun antara kau dan bayangmu yang masih saja berada di sini.
Sesaat lalu, aku melihatmu terbang, pergi membawa pijar yang pernah kau nyalakan dalam diriku.
Namun, entah mengapa tak kau bawa juga bayangmu ini, biar aku dapat lekas melupakanmu.
Atau memang kau sengaja meninggalkannya? Agar aku tak dapat melupakanmu?
Atau ini hanya karena aku yang terlalu tak bisa menerima kepergianmu?
Sudahlah, aku yakin kau tak kan mampu menjawabnya.
Karena aku telah bertanya pada segala yang ada, pada tanah yang dibasahi hujan, pada daun yang diterbangkan angin, pada malam yang melintang, pun pada bayang yang kau tinggalkan.
Tak satupun dari mereka mampu menjawab.
Atau mereka telah menjawabnya? Hanya saja aku terlalu tuli untuk dapat mendengarnya? Ya, bisa saja. Semenjak kau tak ada, aku tak mampu lagi mendengar suara-suara indah hujan, kicauan burung-burung, juga hembusan angin. Aku hanya dapat mendengar elegi rintihan malam, mencabik telingaku dalam-dalam.
Terlalu banyak hal yang berubah semenjak kau pergi.
Aku tak mampu menuliskannya satu persatu.
Aku tak mampu mengingatnya pasti.
Semuanya bagiku, juga hanya terasa hambar.
Aku merasa tak lagi ada, mungkin seperti mati. Ya.
Ketahuilah, pergimu itu matiku.
Aku selalu menunggu, waktu untuk aku dihidupkamd kembali.
Entah olehmu, atau oleh pijar yang lain.
Aku akan menunggu seperti pelangi yang setia menunggu hujan reda.
Aku yakin waktu itu pasti ada, maka aku menunggu, selamanya. Mungkin terlalu lama, namun tak apa. Biar saja.
Kamis, 08 Mei 2014
Apa Ini Memang Malam?
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar